Welcome To My Blog

Rabu, 25 Januari 2012

Fungsi Peranan Pekerjaan Sosial

Pekerjaan Sosial adalah suatu profesi pemberian bantuan untuk memperbaiki, meningkatkan / mengembangkan interaksi timbal balik yang saling menguntungkan antara individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat guna meningkatkan kualitas setiap orang.

Prinsip-Prinsip Khusus Pekerjaan Sosial :
1. The Principle of Acceptance (Prinsip Penerimaan)
2. The Principle of Communication (Prinsip Komunikasi)
3. The Principle of Confidentiality (Prinsip Kerahasiaan)
4. The Principle of Participation (Prinsip Partisipasi)
5. The Principle of Individualization (Prinsip Individualisasi)
6. The Principle of Self Awareness (Prinsip Sadar Diri)
7. The Principle of Non a Judgement (Prinsip Tidak Menghakimi)


Prinsip-Prinsip Dasar Pekerjaan Sosial :
1. Human Worth and Dignity ( Harkat dan Martabat Manusia)
2. Self Determination (Menentukan Diri Sendiri)
3. Equal Opportunity ( Mempunyai Kesempatan Yang Sama)
4. Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial)

Menurut W.A Friedlande fungsi dan peran PS yaitu :
- Katalisator
- Informator
- Motivator
- Mediator
- Inovator
- Fasilitator
- Konselor
- Edukator

1. Katalisator yaitu orang yang selalu siap menerima keluh kesah atau unek-unek masalah klien.
2. Informator yaitu orang yang selalu memberikan informasi atau penjelasan yang kurang paham pada klien.
3. Motivator yaitu orang yang mampu memberikan motivasi pada klien.
4. Mediator yaitu sebagai perantara, penengah antara dua orang atau lebih pihak yang membutuhkan.
5. Inovator yaitu pekerja sosial yang menghadirkan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah ada.
6. Fasilitator yaitu memiliki hubungan kerja sama yang luas dengan lembaga-lembaga tempat dia bekerja.
7. Konselor yaitu pekerja sosial yang berusaha memecahkan masalah-masalah klien.
8. Edukator yaitu pekerja sosial yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, baik menengah maupun tinggi.

Jenis-jenis komunikasi :
- Dilihat dari arah datangnya pesan, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
1. Komunikasi satu arah
2. Komunikasi dua arah
3. Komunikasi jaringan dalam jaringan
4. Komunikasi berangkai

- Dilihat dari bentuk penyampaian, komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan isyarat, gambar dan simbol.
2. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang diucapkan dan ditulis.

- Dilihat dari subyek yang terlibat dalam proses komunikasi dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Komunikasi perorangan yaitu komunikasi yang terjadi apabila seseorang bertemu muka dan berbincang-bincang dengan orang lain.
2. Komunikasi kelompok, yaitu apabila seseorang mengadakan komunikasi dengan kelompok kecil.
3. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan kelompok luas dalam masyarakat dengan menggunakan alat komunikasi massa seperti pengeras suara, radio dan televisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar